Shalat dan Menabung

Posted: 17th December 2012 by nurhidayat in Islam, shalat
Tags: , , , ,

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sahabat muslim yang saya kasihi

Shalat adalah kewajiban yang kita laksanakan tiap hari sebagai wujud keimanan kita pada Allah SWT. Jika baik shalat kita maka baik pula seluruh amal kita. Perintah shalat dalam Al Qur’an jarang berdiri sendiri namun acapkali diikuti dengan indah yang lain, seperti apa yang dapat kit abaca pada firman Allah SWT berikut:

Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizqi yang Kami anugerahkan kepada mereka (QS Al baqarah 2 – 3)”

Shalat merupakan rukun iman yang utama setelah dua kalimat syahadat. Oleh sebab itu shalat merupakan amalan utama dan sebagai bukti ketaqwaan seseorang. Seorang dikatan bertaqwa kepada Allah apabila ia mendirikan shalat. Seseorang dikatakan bertaqwa apabila ia meyakini bahwa Al Qur’an adalah petunjuk dari Allah dan tidak ada keraguan padanya serta beriman kepada yang ghaib.

Dalam hal ini shalat tidak berdiri sendiri, sebagai bukti kita beriman dan mendirikan shalat maka kita haruslah menafkahkan sebagian rizqi yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Disini nampak bahwa Shalat sebagai wujud taqwa kita kepada Allah akan menjadi benar ketika kita juga bersosialisasi  ke lingkungan. Menafkahkan sebagian rizqi artinya kita peduli pada lingkungan, apakah itu kepada keluarga yang menjadi tanggung jawab kita atapun kepada sekitar kita. Dalam agama kita mengenal adanya zakat, infaq dan shadaqoh.

Seseorang dikatakan medirikan shalat ketika yang bersangkutan melaksanakannya karena ketaqwaannya sehingga melaksanakan dengan sungguh-sungguh sesuai syariat yang diajarkan. Shalat haruslah memenuhi sunnah bukan sesuai keinginan kita. Shalat yang dilaksanakan tanpa ajaran yang benar hanya menunjukkan pembangkangan kita pada ajaran Rasulullah. Oleh sebab itu, agar kita dalam shalat benar-benar sebagai wujud taqwa maka sudh selayaknya kita mempelajari tata cara shalat yang benar yang sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah SAW. Apakah kita tahu sumber bacaan kita mulai dari niat hingga salam? Apakah sumber tersebut dari hadits? Ataukah hanya kata Ustadz? Marilah mulaisaat ini kita mencoba mencari sumber yang benar dari setiap gerakan shalat kita.

Shalat dalam ayat ini diiringin dengan menafkahkan rizqi. Ini berarti seseorang yang bertaqwa kepada Allah SWT adalah seorang yang dermawan, seorang yang peduli pada lingkungannya. Seorang tidaklah sempurna taqwanya hanya dengan shalat saja jika ia tidak memiliki tanggung jawab untuk memberi nafkah bagi yang menjadi tanggung jawabnya, tidak peduli pada lingkungannnya. Tidaklah heran jika kadang muncul anekdot “buat apa shalat kalau pelit”. Sungguh itu bukanlah sifat orang yang bertaqwa.

Menafkah sebagian rizqi mengandung makna pula untuk tidak boros. Seseorang yang beriman haruslah menabung. Tabungan dapat digunakan untuk berbagai hal. Tabungan bukanlah upaya menentang takdir tetapi justru memenuhi perintah Allah untuk menafkahkan sebagian rizqi bukan seluruhnya. Dalam hidup, kadangkala ada masa sulit dan ada masa mudah disinilah Allah memberikan solusi agar disaat mudah kita tidak boros dengan cara menyimpan dan pada saat sulit kita tidak menjadi kekurangan dan tetap dapat beramal?

Jadi?

Marilah kita peduli dan selalu beramal dengan tetap berhemat dengan hidup yang wajar tidak berlebih-lebihan sehingga keselarasan hidup akan kita peroleh dan kita akan selalu mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan kepada kita.

Demikian apa yang menjadi inspirasi bagiku dari ayat yang sering kita baca ini. Mohon maaf jika tulisan ini tidak sesuai dengan tafsir yang semestinya karena ini memang bukan tafsir tetapi mengambil ayat Al Qur’an untuk memotivasi diri agar menjadi insane yang peduli pada sesama.

Waalaikumsalam warahmatullahi wabaraktuh

Nur Hidayat

CAPTCHA Image
*