Minta Maaf Sebelum Ramadhan

Posted: 3rd July 2013 by nurhidayat in Islam
Tags: , , ,

Akhir-akhir ini setiap menjelang Ramadhan kita sering mendapat sms atau email bahkan di facebook atau twitter permohonan maaf lahir dan bathin seperti yang kita alami menjelang dan saat lebaran.

Saya pernah mencoba menanyakan ke orang yang mengirimkan ucapan tersebut apakah ada dasarnya. Lalu ada yang bisa menjawab dengan menyebutkan salah satu hadits kemudian saya coba baca haditsnya ternyata ada perubahan kata kata atau perubahan pemaknaan dari hadits tersebut. Hadits palsunya di jaman modern ini yg kemudian banyak dipakai adalah: “Menjelang ramadhan. Jibril pernah berdo’a: Ya Allah, abaikan puasa umat Muhammad bila sebelum masuk Ramadhan tidak memohon maaf pada orang tua, keluarga dan orang-orang sekitarnya. Lalu Rasulullah menjawab amiin, amiin amiin.”

Hadits yang sering digunakan atau disalah artikan tersebut adalah:

Rasulullah SAW menaiki mimbar (untuk berkhotbah). Menginjak anak tangga (tingkat) pertama beliau mengucapkan “Amiin” begitu pula pada anak tangga yang kedua dan ketiga. Seusai shalat para sahabat bertanya, “Mengapa Rasulullah SAW mengucapkan Amiin”. Beliau lalu bersabda: “Malaikat Jibril datang dan berkata – kecewa dan merugi seseorang yang disebut namamu dan dia tidak mengucapkan shalawat atasmu – lalu aku berucap Amiin. Kemudian malaikat berkata lagi – kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup bersama kedua orangtuanya tetapiia tidak bisa sampai masuk surga – lalu aku jawab Amiin. Kemudian katanya lagi – kecewa dan merugi orang yang berkesempatan (hidup) pada bulan Ramadhan tetapi tidak terampuni dosa-dosanya – lalu aku mengucapkan Amiin.” (HR Ahmad).

Ucapan Malaikat yang ketiga yang diamiini oleh Rasulullah SAW inilah yang kemudian digunakan sebagai dasar saling minta maaf seperti halnya lebaran. Bahkan ada yang menambahi dengan saling memaafkan. Saling memaafkan adalah tindakan mulia dan sangat dianjurkan dalam agama.

Diampuni dosa-dosanya dalam Ramadhon merupakan hal yang harus diraih seorang mukmin karena akan diampuni dosa-dosanya. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW: “barangsiapa berpuasa Ramadhan  dengan keimanan dan mengharap pahala (keridhoan) Allah SWT, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR Bukhari).

Jadi diampuni dosa-dosanya oleh Allah itulah harapan orang yang berpuasa. Sehingga dalam berpuasa dia harus dengan penuh keimanan. Iman menjadi landasan dalam amal perbuatan termasuk puasa sebagaimana Hadits yang diriwayatkan Ath Thabrani: “Allah tidak menerima iman tanpa perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman”.

Oleh sebab itu marilah kita saling memaafkan sesama saudara bukan karena menjelang puasa Ramadhan atau saat lebaran tetapi karena kita memang memiliki kesalahan dan dosa pada sesama. Dan menjelang awal atahu akhir Ramadhan marilah kita kirim ucapan “Semoga puasa Ramadhan kita adalah puasa yang penuh iman dan ridho Allah dan diampuni segala dosa-dosa kita” ini mungkin lebih sesuai sunnah.

Maaf jika ada salah dan tidak sepaham dengan antum semua. Semoga Allah senantiasa memberikan jalan terang bagi kita semua. Amiin.

CAPTCHA Image
*