Posts Tagged ‘benar’

Antara Dusta dan Kebenaran


2012
02.01

Nur Hidayat

Akhir-akhir ini masyarakat dibikin bingung dengan berita-berita yang sangat menyita perhatian dari masyarakat bawah hingga petinggi-petinggi Negara. Seolah negeri ini disibukkan oleh fenomena mencari kebenaran. Kebenaran seakan sesuatu yang hilang. Manusia sibuk mencari siapakan yang benar. Kebenarana mestinya memang ada dalam diri kita sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Hendaklah kamu selalu benar. Sesungguhnya kebenaran membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke surga. Selama seorang benar dan selalu memilih kebenaran dia tercatat di sisi Allah seorang yang benar (jujur). Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta, dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong).” (HR Bukhari).

Merujuk pada hadits di atas maka, keributan yang selama ini terjadi tentulah disebabkan adanya kedustaan di salah satu pihak. Sebagai contoh bagaimana seorang saksi mencabut BAP yang telah dibuat dan kemudian mengemukakan fakta baru. Fakta baru ini kemudian dibantah oleh pejabat yang berwenang. Siapakah yang melakukan kedustaan?

Ada seorang yang diduga terlibat dalam penggunaan uang yang tidak semestinya. ybs menyangkal bahkan membawa-bawa nama agama namun ketika merasa posisi semakin terdesak dan terbongkar, ybs pergi dan meninggalkan permasalahan dengan tetap menyangkal segala tuduhan.

Rasulullah SAW bersabda: “Tanda-tanda oran munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat.” (HR Muslim).

Dalam pembicaraan di persidangan ada sesuatu yang menarik yang dikemukakan oleh saksi. Dia diminta untuk berdusta (mengatakan sesuatu yang tidak dilakukan terdakwa), karena dia diberi janji namun kemudian ia merasa dikhianati.

Adakah pengkhianatan? Siapakah yang berkhianat? Andai mereka tahu apa yang disabdakana Rasulullah SAW: “suatu khianat besar bila kamu berbicara kepada kawanmu dan dia mempercayai kamu sepenuhnya padahal dalam pembicaraan itu kamu berbohong kepadanya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

Dari kisah yang sedang terjadi selama ini kita akan disuguhi sesuatu yang bagus tentunya yaitu semakin mengetahui cirri-ciri orang munafik. Akankah terungkap siapa yang munafik? Ataukah justru tertutupi oleh kekuatan sehingga kita makin dibutakan?

Semoga negeri ini kembali memperoleh rahmat Allah dengan pemimpin-pemimpin yang amanah.

Amiin.